Minggu, 11 November 2018

tempat wisata di kabupaten simalungun

Daftar Tempat Wisata di Kabupaten Simalungun, Sumut

Simalungun adalah sebuah kabupaten terbesar yang berada di wilayah administratif provinsi Sumatera Utara. Kab. Simalungun mengedepankan potensi objek wisata alam seperti Danau Toba, Tigaras, Haranggaol, Tinggiraja, Pemandian Alam Sejuk, Pemandian Karang Anyer, dll. Namun tak hanya itu, kabupaten Simalungun juga memiliki tempat wisata cagar budaya rumah adat di Kecamatan Purba untuk menarik kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

Tanjung Unta

Tanjung Unta
Foto keindahan pemandangan alam objek wisata Tanjung Onta dan danau Toba di kab. Simalungun, Sumatera Utara.

Nama tempat ini adalah pemberian salah satu proklamator Indonesia Bapak Mohammad Hatta yang saat itu beliau sedang berkunjung ke Danau Toba. Jarak tempat ini dari Pematang Siantar adalah 61 km atau 109 km dari Medan.

Objek Wisata Timuran

Objek Wisata Pemandian Alam Timuran
Foto suasana liburan di tempat wisata pemandian alam terbuka Timuran di Simalungun.

Adalah wisata pemandian dengan air segar yang diambil langsung dari mata air desa Nagori Mariah Jambi dan dikelola sendiri oleh warga. Lokasi wisata ini tidak jauh dari kota Pematang siantar yang hanya berjarak 5 km dari pusat kotanya.

Kebun Teh Sidamanik

Objek Wisata Kebun Teh Sidamanik
Foto pemandangan hamparan alam pegunungan di objek wisata Kebun Teh Sidamanik – Simalungun.

Sebuah hamparan kebun teh yang indah di Sumatera Utara. Selain itu disekitar kebun teh ini juga terdapat air terjun Bah Biak yang sangat indah. Desa ini berjarak kurang lebih 15 km dari Pematangsiantar.

Objek Wisata Tigaras

Tigaras Simalungun
Foto objek wisata Tigaras tepi Danau Toba

Merupakan tempat wisata berupa pelabuhan pertama di Sumatera yang menyajikan pemandangan alam yang memukau dan bisa digunakan tempat memancing. Terletak di wilayah Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara.

Puncak Simarjarunjung

Puncak Simarjarunjung
Gambar pemandangan Alam Puncak Simarjarunjung – Simalungun, Sumut

Postensi wisata alam Puncak Simarjarunjung menyajikan keindahan alam yang dapat menjadi pilihan, seperti keindahan Danau Toba dari atas puncak, pemandangan indah sunrise, serta sunset. Tempat wisata ini menjadi tempat favorit bagi para pengunjung atau wisatawan pecinta alam lokal.

Hutan Lindung Aek Nauli

Monyet kedih di Hutan Lindung Aek Nauli
Foto Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli dengan Monyet Kedih Primata Asli Indonesia yang langka.

Hutan lindung ini tidak hanya dapat Anda jadikan tempat wisata alam tetapi juga sebagai tempat edukasi dengan adanya berbagai flora dan fauna di dalamnya. Di sini bisa ditemukan berbagai flora dan fauna endemik dan langka di Indonesia. Anda juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah seperti pemandangan Danau Toba yang dapat terlihat dari ketinggian 1.100-1.750 meter diatas permukaan laut.

Haranggaol

Haranggaol
Foto keindahan alam Desa Wisata Haranggaol dan danau Toba.

Merupakan desa wisata yang tidak hanya menyajikan pemandangan alam berupa pemandangan Danau Toba dari kejauhan, tetapi juga budaya masyarakat.

Kawah Putih Simalungun

Bukan hanya di Bandung Jawa Barat yang ada surga bukit kapur tetapi di Sumatra pun ada objek wisata kawah putih Dolok Tinggi Raja yang yang berada di kawasan cagar alam Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera utara. Lokasi wisata air panas yang memiliki luas 4 hektar dan masih alami ini dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2 selama kurang lebih 3-4 jam dari kota Medan.
Semoga Daftar Objek Wisata di Kabupaten Simalungun tersebut bisa menjadi referensi pilihan tempat liburan Anda bersama keluarga.

Minggu, 04 November 2018

legenda danau toba

Cerita Rakyat Tentang Asal Usul Danau Toba

Menurut informasi yang kita ketahui bersama, bahwa Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dimana terdapat sebuah pulau besar tepat berada ditengah-tengah danau yakni Pulau Samosir.
Danau Toba terletak di provinsi Sumatera Utara ini mendapat predikat sebagai danau terbesar di Asia Tenggara. Hingga saat ini daya tarik alamnya yang mempesona menjadikan lokasi ini menjadi wisata yang menarik bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri.
Pada umumnya mayoritas masyarakat yang tinggal d sekitar daerah Danau Toba bersuku Batak dengan ragam profesi sebagian besar adalah sebagai petani, pedagang dan nelayan. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana Danau Toba tercipta.
Berikut cerita rakyat yang Gobatak.com rangkum dari berbagai versi legenda yang beredar di masyarakat luas tentang asal usul Danau Toba.

Asal Usul Danau Toba

Di sebuah desa di wilayah Sumatera Utara di Tapanuli tinggallah seorang laki-laki bernama Toba hidup seorang diri di gubuk kecil. Toba adalah seorang seorang petani yang sangat rajin bekerja setiap hari menanam sayuran kebunnya sendiri.
Hari demi hari, tahun demi tahun umur semakin bertambah, petani tersebutpun mulai merasa bosan hidup sendiri. Terkadang untuk melepaskan kepenatan diapun sering pergi memancing ke sungai besar dekat kebunnya.
Menjelang siang setelah selesai memanen beberapa sayuran dikebunnya diapun berencana pergi kesungai untuk memancing. Peralatan untuk memancing sudah dipersiapkannya, ditengah perjalanan dia sempat bergumam dalam hati berkata, “seandainya aku memiliki istri dan anak tentu aku tidak sendirian lagi hidup melakukan pekerjaan ini setiap hari. Ketika pulang dari kebun, makanan sudah tersedia dan disambut anak istri, oh betapa bahagianya”
Sampailah dia dimana tempat biasa dia memancing, mata kail dilempar sembari menunggu, agannya tadi tetap mengganggu konsentrasinya. Tidak beberapa lama tiba-tiba kailnya tersentak, sontak dia menarik kailnya. Diapun terkejut melihat ikan tangkapannya kali ini.
“Wow, sunggu besar sekali ikan mas ini. Baru kali ini aku mendapatkan ikan seperti ini” Teriaknya sembari menyudahi kegiatan memancing dan diapun segera pulang.
Setibanya di gubuk kecilnya, pemuda itupun meletakkan hasil tangkapannya di sebuah ember besar. Betapa senangnya dia, ikan yang dia dapat bisa menjadi lauk untuk beberapa hari. Diapun bergegas menyalakan api di dapur, lalu kembali untuk mengambil ikan mas yang ditinggalnya di ember besar. Betapa terkejutnya dia melihat kejadian tersebut. Ember tempat ikan tadi dipenuhi uang koin emas yang sangat banyak, diapun terkejut dan pergi ke dapur. Disanapun dia kaget setengah mampus, ada sosok perempuan cantik berambut panjang. “Kamu Siapa?”
“Aku adalah ikan engkau pancing di sungai tadi, uang koin emas yang diember tadi adalah sisik-sisik yang terlepas dari tubuhku. Sebenarnya aku adalah seorang perempuan yang dikutuk dan disihir oleh seorang dukun karena aku tidak mau dijodohkan. Karena engkau telah menyelamatkan aku dan mengembalikan aku menjadi seorang manusia, maka aku rela menjadi istrimu” kata ikan tadi yang kini sudah menjelma kembali menjadi seorang perempuan berparas cantik dan berambut panjang.
Ini suatu kebetulan, selama ini aku mengharapkan seorang pendamping hidup untuk tinggal bersama-sama menjalankan kehidupan berumatangga kata petani tersebut. Maka iapun setuju memperistri perempuan cantik tersebut.
Perempuan berparas cantik tadi juga mengutarakan kepada petani tadi sebuah syarat dan sumpah bahwa jika suatu hari nanti ketika engkau marah, engkau tidak boleh mengutarakan bahwa asal-usulku dari seekor ikan kepada siapapun. Sebab jika engkau mengatakan itu, maka akan terjadi petaka dan bencana besar di desa ini. Petani itupun menyanggupinya, dan akhirnya mereka menikah.
Hari demi hari merekapun hidup bahagia, apa yang diharapkan petani selama ini pun sudah terwujud dan diapun merasa bahagia sekali. Sampai merekapun dikaruniai seorang anak laki-laki dan mereka memberi namanya Samosir.
Samosirpun tumbuh besar, diapun sudah bisa membantu orangtuanya bertani. Setiap hari Samosir disaat siang selalu mengantarkan makan siang buat ayahnya yang sudah dimasakin oleh ibunya.
Suatu hari, siang itu petani sudah merasa lelah dan lapar sembari menunggu Samosir datang mengantarkan bekal siang. Tidak biasanya, kali ini Samosir terlambat mangantarkan bekal orangtuanya. Diperjalanan Samosir mencium bekal yang dibawanya untuk orangtuanya, kelihatannya enak masakan ibu hari ini, gumamnya. Samosirpun mencicipi masakan ibunya, dia tidak sadar bekal itu dimakan hampir habis.
Samosirpun tersentak dan bergegas menuju kebun ayahnya. Dia melihat ayahnya sudah kelaparan dan kehauasan. Merasa berat, Samosirpun memberikan bekal kepada ayahnya. Dan terkejutlah ayahnya melihat isi bekal yang diberikan Samosir.
“Iya, Among. Samosir tadi lapar dan aku makan, masakan Inong sekali rasanya” kata Samosir kepada ayahnya yang terlihat emosi. Spontan ayahnya marah dan melempar bekal yang sudah kosong tadi sembari berkata kepada Samosir: “Kurang ajar kau Samosir, dasar anak ikan kau ini”.
Samosirpun menangis dan pergi berlari menuju rumah menemui ibunya. Ibu, ibu , ayah marah besar Samosir disebut anak ikan. Kata Samosir kepada ibunya. Ibunyapun menangis, sektika itu ibunya menyuruh Samosir berlari ke sebuah bukit diketinggian. Lalu hujanpun semakin deras, angin kencang, gemuruh dan petirpun menyambar-nyambar seketika itu.
Airpun meluap sampai menenggelamkan seluruh desa itu. Sumpah itu dilanggar, akhirnya tengenanglah seluruh desa itu dan genangan itu berbuah menjadi danau, yang kini disebut Danau Toba. Lalu pulau tempat samosir berlindung disebutlah Pulau Samosir.
Pesan Moral Cerita Rakyat Sumatera Utara Legenda Asal Mula Danau Toba adalah :
Janganlah melanggar sumpah yang pernah diucapkan karena buruk akibatnya di kemudian hari.

pantai dimedan

10 Pantai di Medan yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu 8 Oktober 2017 - Reading Time: 3 minutes Total Shares: 31 Saat...